Awal 2003 kita digemparkan dengan SARS (severe acute respiratory syndrom). tahun 2005 kita dikejutkan kembali dengan flu burung. bahkan issue ini dapat mengalahkan issue AIDS. Seberapa bahayakah flu burung ini?
Kasus flu burung pertama kali dilaporkan pada bulan Januari 2004. Konfirmasi terhadap kasus kematian ayam ternak yang luar biasa di 11 propinsi oleh departemen pertanian kematian ayam tersebut disebabkan oleh virus flu burung 1. Akan tetapi kasus-kasus flu burung terbatas hanya pada unggas dimana unggas adalah host alami dari virus ini. Tapi banyaknya kasus dan skala kematian ayam yang besar membuat kita khawatir untuk mengkonsumsi ayam. penyebab kehebohan flu burung ini adalah virus influenza tipe A khususnya subtipe H5N1 (selanjutnya disebut virus H5N1) 2.
Pada mulanya penularan dari unggas ke manusia disangkal sementara karena virus H5N1 ini dapat melakukan antigenic shift. Singkatnya dapat merubah patogenitas (baca : kemampuan penularan dan virulensi (baca : keganasan) menjadi lebih berbahaya. . Akhirnya setelah 2 tahun baru dilaporkan terdapat infeksi flu burung terhadap manusia, tepatnya Juli 2005 menimpa manusia di Tangerang, yang berakhir pada kematian. Sehingga ada bukti penularan dari unggas ke manusia. Sehingga kita juga harus waspada terhadap adanya kemungkinan penularan dari manusia ke manusia.
Sampai bulan 10 September 2007 berdasarkan data depkes, untuk Indonesia saja telah terdapat kasus yang telah konfirmasi sebagai flu burung sebanyak 106 kasus dan penderita positif flu burung yang meninggal sebanyak 85 orang 1. Dengan CFR 80,1 % ini menunjukkan tingkat virulensi (baca : keganasan) virus ini tinggi dalam menyebabkan kematian. Tetapi kita tidak harus panik dan tetap waspada terhadap virus ini. Setidaknya kita dapat melakukan pencegahan2 umum.
Untuk melakukan pencegahan kita wajib mengetahui sifat2 dari virus ini dan juga rantai penularannya.
- Sifat
Virus ini dapat bertahan hidup di air sampai 4 hari pada suhu 220C dan lebih dari 30 hari pada suhu 00C. virus ini mati pada pemanasan 600C selama 30 menit atau 56 0 C selama 3 jam dan 800 C selama 1 menit. Virus ini juga mati dengan deterjen, desinfektan misalnya formalin, cairan yang mengandung iodin atau alkohol 2 . Terdapat juga sifat2 yang lain berdasarkan struktur antigen, patogenitas dan lain2nya.
- Rantai Penularan
Virus ini menyerang saluran pernafasan dan menyebar melalui bahan2 yg dihasilkan oleh saluran pernapasan berupa sekret2. Virus ini menyebar melalui udara sebagai sarananya menumpang pada sekret yg kita hasilkan (droplet infection) 2.
- Host (pejamu)
Semua jenis subtipe dari virus influenza tipe A DAPAT menginfeksi unggas, dan tidak semua subtipe virus influenza tipe A dapat menginfeksi manusia 2.
Maka upaya pencegahan umum yang dapat kita lakukan
1. Memasak dengan benar bahan makanan berasal dari unggas. Direbus dahulu minimal 800 c selama 1 menit. Kebiasaan merebus kita rata2 sampai mendidih yang berarti 100 0 C berarti sudah cukup akan tetapi penting untuk tidak mematikan api saat air telah mendidih. Tunggu dahulu sampai minimal 1 menit, baru kemudian matikan api.
2. Membiasakan mencuci tangan dengan sabun. Atau jika mungkin dengan betadine dan semisalnya(bahan yg mengandung iodin). Saya tidak menganjurkan alkohol selama ada bahan2 pengganti (pendapat pribadi terkait hukum islam tentang alkohol). Dan menjaga kebersihan badan dan pakaian secara umum
3. Sarana penularan melalui droplet atau sekret yang keluar saat kita bersin, batuk, buang ingus. Dengan menutup hidung saat kita batuk dan bersin dan saat kita berdekatan dengan orang yang batuk dan bersin. Disarankan untuk menggunakan penutup hidung dan mulut saat kita sakit influenza
4. Meningkatkan daya tahan tubuh dengan berolahraga, makanan yang bergizi.
5. Tetap membaca doa sebelum makan he.. he..
Pustaka :
1. Martini, Santi. Epidemiologi dan bahaya pandemi virus flu burung di Indonesia dalam seminar Nasional tangap Flu burung, 21 April 2007
2. Nainggolan, Leonard dkk. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi IV.
0 comments:
Post a Comment