Bangsa madura memang memiliki kemampuan menghadirkan realitas secara sederhana melalui parodi orisinal yang berasal dari kehidupan sehari-hari. Parodi merupakan bahasa ungkap yang paling canggih untuk menggambarkan inti realitas. Hal itulah yang membedakan dengan tradisi para akademisi. Untuk memahami realitas saja harus melalui jalan metodologi yang ruwet berliku-liku dan tidak semua orang bisa melakukan selain yang telah memenuhi syarat. Diantara syarat itu adalah memiliki sjumlah uang agar bisa sekolah s1,s2,s3 dst.. Sekali lagi itulah bedanya dengan org madura. Tidak sedikit kaum ilmuwan atau akademisi yang menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk menjelaskan sesuatu. Hasilnya adalah: yg mendengarkan semakin tidak paham.sementara sang ilmuwan justru menjumpai dirinya yang berdiri jauh dari tempat kebebenarana dan kenyataan yang dia jelaskan. Ternyata ilmu juga ada yg bersifat mewah dan mahal namun ternyata tak efektif dan buang2 umur
Emha ainun najib
Progresif, 2005
Emha ainun najib
Progresif, 2005
0 comments:
Post a Comment